Langsung ke konten utama

RUANG PUBLIK TERPADU RAMAH ANAK DI KOTA PALU (RPTRA)

 RPTRA ialah taman multi fungsi di wilayah padat penduduk dan merupakan sebuah taman atau ruang terbuka hijau (RTH) yang didesain dengan konsep modern yang ramah anak dengan dilengkapi berbagai sarana prasarana pendukung seperti gazebo, sarana olahraga, fasilitas bermain, perpustakaan, toilet, lapangan bermain, dan lain-lain. (utami,2016)

Kota Palu merupakan salah satu wilayah pengembangan kota layak anak. Peraturan Menteri Negara PPPA No. 11 tahun 2011 tentang kebijakan pengembangan kabupaten/kota Layak Anak menjadi dasar bagi pemerintah kota dan kabupaten untuk menyusun strategi pembangunan guna mencapai predikat  kota/kabupaten layak anak. salah satu indikator atau konsentrasi dalam mewujudkan KLA adalah dengan mengadakan taman layak anak dilingkup permukiman penduduk, atau lebih dikenal dengan konsep Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).



Vidio animasi : https://youtu.be/GpvqjKKLXFA


Mahasiswa    : Rahmawati Salim // F221 16 063


Komentar

  1. mungkin karena saya tak melihat lebih detail elemen lingkungan sekitar tapak yang bisa dieksplorasi/dioptimalkan sebagai desain yang menyatu dengan tapak, oya biasanya satu anak yang ke taman bisa dua orang tua atau lebih orang dewasa yang menyertai, jadi jumlah orang dewasa yang difasilitasi di ruang itu juga menjadi pertimbangan penting. Bagaimanapun ini sudah keren...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

DESAIN PERMUKIMAN NELAYAN DI DESA LERO TATARI KECAMATAN SINDUE KABUPATEN DONGGALA.

Permukiman merupakan salah satu masalah esensial dalam kehidupan. Setiap manusia memerlukan permukiman untuk pelaksanaan aktivitas kehidupan sehari-hari. Permukiman menjadi wadah bagi manusia untuk melangsungkan kehidupannya disamping menjadi tempat berinteraksi dengan manusia lainnya dalam satu komunitas. Diantara faktor yang mempengaruhi ketersediaan permukiman bagi masyarakat adalah ketersediaan lahan untuk membangun permukiman tersebut dan mempertimbangkan potensi mata pencarian mereka sebagai nelayan di daerah tersebut. Desa Lero Tatari adalah salah satu Desa yang ada di Kecamatan Sindue  Kabupaten  Donggala, dan merupakan desa hasil pemekaran dari Desa Lero pada tanggal 15 maret 2003. Desa Lero Tatari terdiri dari IV Dusun dengan luasan 8,83 Ha, salah satu Dusunnya yaitu Dusun IV dengan luas 2,3 Ha,yang terdiri dari 130 kk dengan jumlah penduduk 376 jiwa Dengan luasan kepemilikan lahan yang memiliki ukuran yang berbeda-beda pada setiap KK (2012) merupakan sebuah kawasan ...

DESAIN GEDUNG POLRES MOROWALI

 Kepolisian resor disingkat Polres adalah struktur komando kepolisian  Republik Indonesia di daerah kabupaten/kota. Gedung kepolisian resor merupakan bangunan satuan kepolisian republik Indonesia yang  bertugas menyelenggarakan tugas pokok polri dalam rangka memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakan hukum serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat dan tugas-tugas polri lainnya dalam daerah hukum polres, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan”.  Kabupaten Morowali sendiri pada awalnya memiliki mako polres sendiri yang berada di Jl. Bhayangkara No. 9 Kolonodale, Beteleme, Lembo, Morowali Utara. Pada tanggal 12 April 2013 terjadi pemekaran daerah dan terbagi menjadi kabupaten Morowali dan Morowali Utara sehingga yang dulunya polres Morowali kini menjadi Polres Morowali Utara karena letaknya yang berada di wilayah administrasi kabupaten Morowali Utara. Setelah 6 tahun lamanya, dilakukan pembentukan polres Morow...

DESAIN FASILITAS PRODUKSI GARAM TALISE DI KOTA PALU

 Ada empat hal utama yang melatar belakangi penelitian ini sehingga dianggap perlu untuk membuat kembali fasilitas produksi garam Talise di kota Palu. Lokasi tambak garam di Kelurahan Talise di kota Palu, menjadi lokasi terparah yang disapu Tsunami pada taggal 28 September 2018 lalu sebab posisinya tepat di bibir pantai. Sejak terjadinya Tsunami 2018 silam, sebanyak 160 petani garam kehilangan mata pencaharian, mereka juga kehilangan koperasi untuk pemasaran dan pabrik pengolah garam. Permasalahan terbatasnya infrastruktur dan fasilitas produksi yang dihadapi petani garam ini mengakibatkan lemahnya sistem tata niaga yang kurang menguntungkan penggaram. Serta minimnya edukasi masyarakat akan pentingnya garam konsumsi dan produksi. Vidio animasi :  https://youtu.be/A62hAPdZXT8 Mahasiswa    : Muhammad Reski Akhbar // F221 15 046